Jakarta Bakal Gunakan Teknologi Pemusnah Sampah H「Indonesian gambling」ydrodrive

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Phone lotto taruhan

SeIndonesian gamblinghinggIndonesian gamblinga, teknologi alat pemusnah sampah hydrodrive dinilai mampu mengurangi residu sampah hingga tersisa hanya 10 persen dan eIndonesian gamblingFisien dari segi operasional.

Direktur Utama Perumda Sarana Jaya Agus Himawan mengatakan, FPSA Tebet akan menggunakan teknologi pengelolaan sampah ramah lingkungan yakni alat pemusnah sampah hydrodrive.

Baca juga: Pembangunan FPSA Urai Persoalan Sampah di Jakarta

"Teknologi itu digunakan di beberapa negara maju seperti Jepang, Australia, dan Austria," kata Agus dalam keterangan tertulis pada Senin (13/09/2021).

Menurut dia, berdasarkan data dari Eurostat, pada 2019 tren penggunaan teknologi alat pemusnah sampah hydrodrive terus meningkat sejak tahun 1995 sampai 2019.

"Dengan begitu, FPSA Tebet dapat memastikan kenyamanan, kebersihan dan kesehatan masyarakat sekitar dan mitigasi risiko bau, asap, bising, dan banjir," imbuh Agus.

Rencananya dibangun sesuai dengan peruntukkan tata ruang yang dapat diakses publik dan terintegrasi dengan area publik, rekreasi edukasi, berolahraga, dan ruang terbuka hijau.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

"FPSA Tebet tidak hanya menjadi solusi untuk pengelolaan sampah ramah lingkungan dan bertanggung jawab, tapi untuk mendukung kebutuhan masyarakat akan fasilitas ruang terbuka hijau," jelas dia.

Bahkan selama kurun waktu 25 tahun itu, tercatat lebih dari 1 miliar ton sampah di Eropa yang berhasil dimusnahkan dengan teknologi tersebut.

Agus menyampaikan, pada tahap awal pihaknya akan membangun FPSA Tebet di lahan relokasi depo sampah Taman Honda Tebet.

Perlu diketahui, keputusan Pemprov DKI Jakarta untuk membangun FPSA seiring persoalan sampah yang belum bisa terurai. Bahkan DLH setempat memprediksi TPST Bantar Gebang akan mengalami overload tahun ini.



JAKARTA, KOMPAS.com - Pemprov DKI Jakarta akan membangun Fasilitas Pengolahan Sampah Antara (FPSA) di dalam kota. Pada tahap awal, pembangunan FPSA akan berlokasi di Tebet.

Oleh sebab itu, mereka menilai perlu segera melakukan langkah strategis untuk mengurangi dan menangani persoalan limbah di Jakarta dan sekitarnya yang didominasi sampah rumah tangga.

"Peningkatan di 12 persen menjadi 27 persen penggunaan insinerator," ucap Agus.